MAMUJU — Jumlah cabang olahraga yang dipastikan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut), masih simpang siur.
Awalnya hanya 12 cabor yang berhasil masuk dalam PON 2024 melalui jalur Pra Pon. Belakangan muncul empat cabor yang dikabarkan akan ikut bermain di PON 2024.
Empat cabor itu adalah Takraw, Menembak, Panahan dan Renang. Beberapa cabor yang disebutkan tersebut kandas saat mengikuti Pra Pon yang digelar 2023 lalu.
Wakil Ketua KONI Sulbar, Syahrir Hamdani membenarkan ada penambahan cabor yang akan berlaga di PON 2024. Namun, ia mengaku kurang paham mekanisme proses penambahan cabor tersebut.
“Tentang penambahan saya kurang paham, karena KONI Sulbar tidak pernah diajak bicara. Yang putuskan adalah pengurus pusat cabor berdasarkan kuota atlet yang dijatahkan KONI pusat kepada masing-masing cabor,” kata Syahrir, saat dikonfirmasi, Selasa 6 Februari.
Namun, kata dia, hal tersebut tentu akan dibahas bersama dengan para cabor yang bakal berlaga di PON 2024. Sebab bertambahnya cabor tentu berdampak terhadap ketersediaan dan dukungan anggaran dari Pemprov Sulbar.
Ketua KONI Sulbar, Ali Baal Masdar menuturkan, ada 12 cabor yang sudah dipastikan akan berangkat menuju PON 2024. Cabor tambahan menunggu ketersediaan anggaran.
“Nanti kita lihat, kalau dana mencukupi kita berangkatkan karena bagus kalau ramai,” sebut ABM, sapaan akrabnya.
Setiap cabor, kata dia, tentu akan melaksanakan Training Centre (TC). Lokasi TC berbeda-beda bergantung pengurus cabor sendiri.
“Dana akan diberikan ke cabor, cabor yang tentukan TC di mana. Kita mau agar TC dilaksanakan di luar, namun anggaran kita terbatas,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar, Syafruddin Sanusi mengaku, Pemprov Sulbar sudah memberikan alokasi anggaran ke KONI Sulbar. Penggunaan dan pengelolaannya diatur sendiri oleh KONI Sulbar.
Menurutnya, atlet dan official harus banyak mempersiapkan diri untuk berlatih, sehingga bisa bersaing dengan daerah lain dan unggul dari provinsi di atas Sulbar. Ada beberapa cabor yang berpeluang dapat medali emas, seperti dayung dan atletik.
“Kita tidak mungkin juara umum, tapi yang kita mau dengan Provinsi Sulbar mendapat medali emas. Apa satu, dua atau berapa. Juga termasuk perunggu dan perak. Hasil ini bisa didapat jika ada keseriusan berlatih,” tuturnya.
KONI Sulbar juga telah memetakan cabor yang dipastikan diri lolos ke PON 2024. Cabor dibagi dalam tiga skala prioritas. Prioritas pertama, prioritas kedua dan prioritas ketiga.
Wakil Ketua Koni Bidang Prestasi, Rizal Sirajuddin menjelaskan, pembagian cabor sesuai prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Contohnya saja di prioritas pertama ditempati Dayung dan Atletik.
“Dua cabor ini meraih medali di PON sebelumnya. Dayung kita potensi medalinya sangat besar karena atletnya dari Pelatnas. Beda dengan cabor-cabor lain. Atletik medali perak di PON Papua,” jelasnya.
Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan cabor lain juga bisa meraih hasil maksimal dengan membawa pulang medali di PON 2024. (rs)

